
Kabupaten Gorontalo, 3 November 2025 — Mahasiswa Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan (HMJ MP) Universitas Negeri Gorontalo, yang dikenal dengan sebutan PENDEKAR, berpartisipasi aktif dalam Peran Saka Nasional 2025 yang berlangsung di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membuka stand wirausaha yang memamerkan dan menjual berbagai produk hasil kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Otopade. Produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil kerja nyata dari program pemberdayaan masyarakat desa yang telah dijalankan melalui PPK Ormawa, dengan fokus pada penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Salah satu hasil konkret dari program ini adalah terbentuknya kelompok usaha rumahan “Bele Karawo Lo Otopade”, yang menjadi wadah bagi warga desa untuk mengembangkan keterampilan wirausaha melalui produksi kerajinan tangan khas Gorontalo dan berbagai produk olahan rumah tangga bernilai ekonomi.
Ketua Tim PPK Ormawa PENDEKAR, Ranti Rajak, menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka dalam Pesan Saka Nasional menjadi momentum penting untuk memperkenalkan hasil karya desa binaan sekaligus memperluas jejaring pemasaran produk lokal.
“Kami merasa bangga bisa membawa nama Desa Otopade dan Universitas Negeri Gorontalo ke tingkat nasional. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi mahasiswa dan masyarakat bisa menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi ekonomi desa,” ujar Ranti.
“Bele Karawo Lo Otopade bukan sekadar kelompok usaha, tetapi simbol semangat gotong royong, kreativitas, dan pemberdayaan yang tumbuh dari desa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Bele Karawo Lo Otopade, Ibu Irnawati Kaaba, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap pendampingan mahasiswa yang telah mendorong masyarakat untuk lebih berdaya.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa PPK Ormawa. Mereka bukan hanya memberikan pelatihan, tetapi juga semangat baru bagi ibu-ibu di desa untuk berani berusaha,” kata Irnawati.“Lewat kelompok ini, kami belajar mengelola usaha, memasarkan produk, dan menanamkan kebanggaan terhadap hasil karya sendiri,” tuturnya dengan penuh haru.
Stand wirausaha PPK Ormawa HMJ MP (PENDEKAR) mendapat sambutan hangat dari peserta dan pengunjung Pesan Saka Nasional. Produk-produk dari Desa Otopade dinilai memiliki keunikan tersendiri karena memadukan nilai budaya lokal dengan sentuhan modern.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPK Ormawa HMJ MP berkomitmen untuk terus mendampingi dan memperkuat keberlanjutan kelompok “Bele Karawo Lo Otopade” agar menjadi unit usaha mandiri yang mampu membuka peluang ekonomi baru, serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun wirausaha berbasis kearifan lokal.
Periode transisi kembali ke rutinitas akademis setelah libur panjang, yang berfokus pada administratif dan persiapan studi
Sanggah nilai mahasiswa adalah proses formal di universitas di mana mahasiswa mengajukan keluhan atau keberatan terhadap nilai yang mereka peroleh dalam suatu mata kuliah.
Proses persetujuan dari Dosen Pembimbing Akademik (DPA) atau pihak terkait terhadap rencana mata kuliah yang akan diambil mahasiswa dalam satu semester, yang dicatat dalam Kartu Rencana Studi (KRS) agar mahasiswa sah untuk mengikuti perkuliahan.
Proses memasukkan data jadwal perkuliahan (mata kuliah, dosen, waktu, dan ruang) ke dalam sistem informasi akademik kampus (SIAKAD) oleh pihak administrasi, yang kemudian menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah (KRS) secara online di awal semester