
Dosen Pengampuh Mata Kuliah Kewirausahaan Dr. Sitti Roskina Mas, M.Pd Bersama Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan FIP UNG
Saat ini entrepreneurship telah menjadi bagian dari pendidikan. Hampir semua pengembangan kurikulum akademik, baik pendidikan tinggi maupun pendidikan menengah dan pendidikan dasar bahkan pendidikan usia dini mulai mengadopsi sebuah sains entreprenology untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi wirausaha. Melalui gerakan pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi diharapkan dapat membentuk karakter kewirausahaan yang akan menjadi bagian dari etos kerja Sumber Daya Manusia (SDM) perguruan tinggi terutama lulusan sehinga dapat melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru yang handal, tangguh, dan mandiri. Karena hanya SDM perguruan tinggi yang memiliki kemandirian tangguh yang akan mampu menghadapi tantangan, ancaman, hambatan yang diakibatkan terjadinya perubahan di era global.Mata kuliah kewirausahaan di perguruan tinggi negeri maupun swasta merupakan mata kuliah keahlian berkarya. Khususnya Universitas Negeri Gorontalo kewirausahaan menjadi salah satu mata kuliah penciri universitas, tujuannya adalah untuk menumbuhkan dan mengembangkan jiwa/karakter kewirausahaan mahasiswa sejak di bangku kuliah. Mahasiswa membutuhkan karakter yang kuat dan tangguh guna menghadapi persaingan di era global dan meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa agar mampu mengambil peluang atau kesempatan besar dengan memanfaatkan keterampilan dan pengetahuan yang telah dimiliki.Untuk membekali pengetahuan mahasiswa tentang dunia usaha serta mengembangkan jiwa entrepreneurship maka kegiatan praktikum kewirausahaan ini di awali dengan pelaksanaan seminar nasional dengan mendatangkan narasumber yang telah sukses dibidang entrepreneurship.


Untuk mencapai tujuan pembentukan karakter kewirausahaan dibutuhkan kegiatan strategis diperguruan tinggi baik yang terimplementasi dalam pembelajaran maupun yang bersifat non akademik, antara lain: penanaman nilai-nilai/karakter kewirausahaan, penjualan produk, memberikan layanan sesuai bidang keahlian, melakukan kegiatan seminar, workshop, dan kegiatan bisnis lainnya yang dapat mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa sejak di bangku kuliah hingga lulus perguruan tinggi. Setelah lulus perguruan tinggi tidak menutup kemungkinan lulusan dapat membuat usaha yang lebih luas menciptakan lapangan pekerjaan baru yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang banyak.Pengetahuan dan kemampuan wirausaha yang dirintis sejak dari bangku kuliah merupakan modal dasar bagi seseorang yang ingin bergerak di bidang keahliannya atau usaha tertentu, kemampuan wirausaha bukanlah karena faktor bakat, tetapi juga akan timbul dan terasah melalui pengalaman – pengalaman dan pelatihan –pelatihan kewirausahaan. Hal ini sejalan dengan Ciputra (2016) menyatakan entrepreneurship, dibentuk oleh “3L” yaitu: (1). lahir, (2) lingkungan, dan (3) latihan (pendidikan).


Dokumentasi Kegiatan Succes Story Melalui Kuliah Tamu
Mahasiswa melaksanakan praktikum kewirausahaan melalui kegiatan seminar nasional kewirausahaa, pengolahan bahan pangan lokal, dan success story. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam pelaksanaan kurikulum yang berlaku di jurusan/prodi Manajemen Pendidikan MKKB harus disertai praktek di samping teori-teori yang sudah diberikan, sehingga berdasarkan ketentuan untuk mata kuliah keahlian berkarya (MKB) alokasi prosentase penyajian 40% teori dan 60% praktek, dengan demikian mahasiswa dapat lebih mengembangkan minat dan kemampuan berwirausaha dalam bidang pendidikan, maupun bidang lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas proses maupun produk pembelajaran kewirausahaan.




Kegiatan Praktik Pengolahan Cumi Dan Udang Crispy
Pelaksanaan praktikum praktik kewirausahaan program studi S1 Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo, yang dilaksanakan ini merupakan praktikum yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa untuk mendukung Learning Outcomes Dan Standar Kompetensi Lulusan Jurusan Manajemen Pendidikan FIP UNG, oleh karena itu pelaksanaan praktikum ini hendaknya mendapatkan perhatian yang serius dan dukungan dari semua pihak.
Periode transisi kembali ke rutinitas akademis setelah libur panjang, yang berfokus pada administratif dan persiapan studi
Sanggah nilai mahasiswa adalah proses formal di universitas di mana mahasiswa mengajukan keluhan atau keberatan terhadap nilai yang mereka peroleh dalam suatu mata kuliah.
Proses persetujuan dari Dosen Pembimbing Akademik (DPA) atau pihak terkait terhadap rencana mata kuliah yang akan diambil mahasiswa dalam satu semester, yang dicatat dalam Kartu Rencana Studi (KRS) agar mahasiswa sah untuk mengikuti perkuliahan.
Proses memasukkan data jadwal perkuliahan (mata kuliah, dosen, waktu, dan ruang) ke dalam sistem informasi akademik kampus (SIAKAD) oleh pihak administrasi, yang kemudian menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah (KRS) secara online di awal semester