
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat melalui pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026. Pada pelaksanaan kali ini, Desa Tihu yang berada di Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, dipilih sebagai salah satu lokasi pengabdian dengan mengangkat program unggulan bertajuk Strategi Inovatif Pendampingan Desa Pesisir (SIMPEDES).
Program ini dirancang secara terarah untuk mendukung sekaligus mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di wilayah desa pesisir.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, mahasiswa terlebih dahulu mengikuti pembekalan intensif yang dilaksanakan di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG. Kegiatan ini dipandu oleh Prof. Ikhfan Haris yang memberikan penguatan terkait konsep KKN Tematik berbasis pemecahan masalah (problem solving), pendekatan pemberdayaan masyarakat, serta pentingnya integrasi keilmuan dalam menjawab berbagai persoalan nyata di desa.

Dalam arahannya, Prof. Ikhfan menekankan bahwa KKN Tematik kini tidak lagi sebatas kegiatan pengabdian yang bersifat rutin, melainkan menjadi wahana pembelajaran kontekstual yang menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan solutif.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa dituntut mampu mengidentifikasi permasalahan desa secara menyeluruh, kemudian merancang solusi berbasis data yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. KKN Tematik, menurutnya, merupakan representasi nyata dari peran intelektual di tengah kehidupan masyarakat.

Untuk menghasilkan solusi yang komprehensif, UNG menugaskan 11 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Teknik (FT) ke Desa Tihu. Pendekatan multidisiplin ini diharapkan mampu memperkaya analisis dan memberikan solusi yang lebih tepat dalam menghadapi kompleksitas persoalan di wilayah pesisir.
Selama pelaksanaan kegiatan di lapangan, para mahasiswa didampingi secara aktif oleh tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Prof. Ikhfan Haris, Sukri Katili, Fachrudin Akadji, dan Darmawan Thalib.
Program SIMPEDES sendiri berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, optimalisasi potensi sumber daya lokal, serta perbaikan kualitas hidup masyarakat dalam kerangka pencapaian SDGs desa.

Inisiatif yang diusung oleh “Kampus Kerakyatan” ini memperoleh respon positif dari pemerintah desa. Kepala Desa Tihu, Harun Tahidji, menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN Tematik UNG di wilayahnya. Ia menilai bahwa kehadiran mahasiswa membawa perspektif baru berbasis ilmu pengetahuan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan desa.
Menurutnya, program SIMPEDES yang dilaksanakan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir saat ini, dan diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa merupakan strategi efektif dalam mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal, terutama di kawasan pesisir yang memiliki tantangan geografis dan ekonomi tersendiri.
Dengan hadirnya mahasiswa KKN Tematik UNG di Desa Tihu, diharapkan akan lahir berbagai inovasi aplikatif di bidang sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pemerintah desa ini menjadikan KKN Tematik tidak hanya sebagai bentuk pengabdian, tetapi juga sebagai laboratorium sosial yang menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Provinsi Gorontalo.
Periode transisi kembali ke rutinitas akademis setelah libur panjang, yang berfokus pada administratif dan persiapan studi
Sanggah nilai mahasiswa adalah proses formal di universitas di mana mahasiswa mengajukan keluhan atau keberatan terhadap nilai yang mereka peroleh dalam suatu mata kuliah.
Proses persetujuan dari Dosen Pembimbing Akademik (DPA) atau pihak terkait terhadap rencana mata kuliah yang akan diambil mahasiswa dalam satu semester, yang dicatat dalam Kartu Rencana Studi (KRS) agar mahasiswa sah untuk mengikuti perkuliahan.
Proses memasukkan data jadwal perkuliahan (mata kuliah, dosen, waktu, dan ruang) ke dalam sistem informasi akademik kampus (SIAKAD) oleh pihak administrasi, yang kemudian menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah (KRS) secara online di awal semester