
Boalemo, 3 Juni 2025 – Tim pengabdian kepada masyarakat dari Jurusan Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan program pengabdian bertema “Membangun Budaya Positif dan Pencegahan Bullying di Sekolah”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan orang tua tentang dampak negatif bullying sekaligus memberikan solusi preventif dan restoratif dalam penanganan kasus perundungan.
Tim pengabdian ini diketuai oleh Prof. Dr. Sitti Roskina Mas, M.Pd., M.M., dengan anggota Dr. Arifin Suking, M.Pd. dan Sulkifly, S.E., M.Pd.. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 3 Juni 2025, bertempat di SMP Negeri 1 Wonosari, Kabupaten Boalemo, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas IX.
Fokus Program: Dari Edukasi hingga Pencegahan Berkelanjutan

Program ini dirancang secara komprehensif dengan beberapa fokus utama, yaitu:
Dalam pemaparan materi, tim pengabdian menyajikan informasi mengenai jenis-jenis bullying, kasus perundungan di Gorontalo, hukuman bagi pelaku bullying, dampak psikologis korban, serta cara penanganannya. Kegiatan ini juga dirancang dengan metode partisipatif, sehingga siswa dapat berbagi pengalaman, menyampaikan pendapat, dan berdiskusi mengenai solusi pencegahan perundungan di sekolah.
Pesan Ketua Tim: Pentingnya Relasi Sehat di SekolahKetua tim pengabdian, Prof. Dr. Sitti Roskina Mas, M.Pd., M.M., menegaskan bahwa pencegahan bullying memerlukan keterlibatan seluruh elemen sekolah.
“Pencegahan bullying bukan hanya soal aturan, tetapi tentang bagaimana membangun relasi yang sehat, komunikasi terbuka, dan rasa memiliki di antara seluruh warga sekolah,” jelasnya.
Pihak sekolah melalui sambutan perwakilan Kepala SMP Negeri 1 Wonosari memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini. Mereka berharap program ini dapat menjadi upaya berkelanjutan dalam menekan angka bullying dan meningkatkan kesejahteraan siswa di lingkungan sekolah.
Komitmen Jurusan Manajemen Pendidikan FIP UNG dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan KarakterKegiatan pengabdian ini merupakan bentuk nyata komitmen Jurusan Manajemen Pendidikan dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari perundungan. Melalui kolaborasi antara akademisi dan sekolah, diharapkan terbentuk budaya positif yang mendorong perkembangan karakter siswa secara optimal.
Periode transisi kembali ke rutinitas akademis setelah libur panjang, yang berfokus pada administratif dan persiapan studi
Sanggah nilai mahasiswa adalah proses formal di universitas di mana mahasiswa mengajukan keluhan atau keberatan terhadap nilai yang mereka peroleh dalam suatu mata kuliah.
Proses persetujuan dari Dosen Pembimbing Akademik (DPA) atau pihak terkait terhadap rencana mata kuliah yang akan diambil mahasiswa dalam satu semester, yang dicatat dalam Kartu Rencana Studi (KRS) agar mahasiswa sah untuk mengikuti perkuliahan.
Proses memasukkan data jadwal perkuliahan (mata kuliah, dosen, waktu, dan ruang) ke dalam sistem informasi akademik kampus (SIAKAD) oleh pihak administrasi, yang kemudian menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah (KRS) secara online di awal semester